Ruang ICU RS di Pulau Jawa Penuh, Kemenkes Diminta Evaluasi SPGDT

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 06 Januari 2021 15:12 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Relawan Lapor Covid-19 meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengevaluasi Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) setelah penuhnya ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pasien Covid-19.

Dokter Spesialis Emergency Tri Maharani mengatakan, selama ini rumah sakit di Indonesia sudah memiliki SPDGT namun tidak diterapkan dengan baik.

"Sistem itu sudah lama yang bikin profesorku di rumah sakit dr Soetomo Surabaya. Itu tahun 80-an. Indonesia ini sistem SPDGT-nya lemah. Ada bencana begini jadi lemah lagi," kata Tri saat dihubungi Okezone, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga:  Relawan Lapor Covid-19: Ruang ICU RS di Pulau Jawa Full 100%

Tri yang juga relawan tenaga kesehatan Lapor Covid-19 itu menilai seharusnya SPSGT rumah sakit Indonesia sudah kuat lantaran sistemnya sudah dibangun sejak lama. Tapi nggak tahu kok nggak jalan," ucap dia.

Menurut dia, tidak berjalannya SPDGT di rumah sakit mengakibatkan prehospital care ambyar. Apalagi, lanjut Tri, tingkat keterisian ruang ICU di rumah sakit yang ada di Pulau Jawa sudah full.

Tri meminta, pemerintah segera menerapkan protokol kesehatan 7M dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, membatasi interaksi, hingga memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya