SUKOHARJO - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, merasa patroli tim gabungan Polri, TNI dan Satpol PP yang berkeliling menyatroni ponpes dianggap berlebihan.
Tim gabungan yang berpatroli mengingatkan warga untuk menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tim juga menggelar operasi yustisi. Satuan Brimob bersenjata lengkah dengan sepeda motor dan kendaraan taktis (rantis), datang bersamaan dengan aparat TNI yang datang menggunakan rantis.
Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Bebas dari Penjara, Keluarga: Semoga Beliau Diberi Kesehatan
Sedangkan Satpol PP bersiaga di truk Binmas Polres Sukoharjo mengenakan pengeras suara mengingatkan agar tidak berkerumun. Operasi ini dipinpin Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang, terlihat juga di lokasi Dandim 0726/Sukoharjo Letkkol Inf Agus Adhy Darmawan.
Baca Juga: Abu Bakar Baasyir Bebas dari Lapas Gunung Sindur Dikawal Ambulans
Keberadaan aparat gabungan tersebut, sangat disayangkan Humas Panitia Kedantangan Ustadz Abu Bakar Baasyir, Ustadz Hendro Sudarsono.
"Ponpes Al Mukmin Ngruki mempertanyakan operasi tim gabungan yang dihadirkan banyak aparat bersenjata. Padahal, kami telah menerapkan protokol kesehatan," tutur Ustadz Hendro, Jumat (8/1/2021).
(Sazili Mustofa)