Kapolri Baru Harus Bisa Redam Isu Agama dan Radikalisme

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 13 Januari 2021 08:22 WIB
ilustrasi: okezone
Share :

“Masalah yang dihadapi Polri sekarang ini tidak bisa disamakan dengan era kapolri kapolri sebelumnya, apalagi disamakan dengan era Kapolri Widodo Budidarmo di tahun 1974-1978,” sambungnya.

Saat ini, kata Neta bangsa Indonesia sangat berat menghadapi isu ideologi, agama, radikalisme, separatisme dan terorisme.

“Artinya, sikap, perilaku, kinerja, dan strategi jajaran kepolisian jangan sampai menimbulkan masalah baru, yang bisa menjadi penghambat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”bebernya.

Oleh karena itu dia berharap, siapa pun Kapolri baru yang menjadi pilihan presiden harus mampu menjawab what, why, how, dan menerapkan strategi terbaik dalam memimpin 400.000 personil Polri dan meredam isu pertentangan agama, radikalisme, separatisme, dan terorisme.

Bagaimana pun bangsa ini memerlukan kapolri yang mampu wewujudkan harapan masyarakat dan bukan hanya mampu mewujudkan keinginan satu orang, satu golongan atau kelompok tertentu,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya