Mewaspadai Cuaca Ekstrem, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 25 Januari 2021 17:10 WIB
Foto : Dok.Okezone
Share :

"Peringatan FAO terhadap potensi kelangkaan pangan bukanlah karena faktor kekeringan (iklim). Tetapi lebih ke food supply chain yang terganggu. Ini tidak boleh terjadi di negeri ini," tegas Mentan SYL.

Mentan SYL menjelaskan, ketersediaan beras hingga pertengahan 2021 dalam posisi aman, stok akhir Juni 2021 akan berada di level 9,50-10,50 juta ton. Stok sebanyak itu dari produksi Januari-Juni 2021 sebanyak 18,50 juta ton ditambah stok awal Januari 2021 sebesar 6-7 juta ton, sedangkan konsumsi Januari-Juni 2021 hanya 15 juta ton.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, kementerian siap membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah-daerah terdampak kekeringan atau kebanjiran dengan menyediakan paket bantuan kepada petani.

"Pertama adalah pompanisasi dan pipanisasi. Bantuan tersebut digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai maupun mata air. Pompa juga untuk menguras air yang menggenangi sawah akibat banjir," ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menyontohkan sejumlah daerah yang pernah dilakukan pipanisasi. Seperti di Indramayu, Cirebon, Brebes, dan Tegal saat musim kemarau lalu. Intinya, daerah-daerah yang terancam kekeringan atau kebanjiran akan dibantu dengan pompa dan pipa.

"Ini bisa menyelamatkan lahan sawah yang terancam gagal panen. Bila ada daerah lain juga membutuhkan, silakan ajukan permintaannya," ungkap Sarwo Edhy.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya