PPKM Buat Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai, Ini Data dan Faktanya

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 05 Februari 2021 07:33 WIB
Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)
Share :

JAKARTA - Perkembangan terkini pada kasus positif Covid-19 per 4 Februari 2021 terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 11.434 kasus dengan jumlah kasus aktif 175.068 kasus atau persentasenya 15,5% dibandingkan rata-rata dunia 24,76%.

Jumlah kesembuhan sebanyak 917.306 kasus atau 81,7% dibandingkan rata-rata dunia 73,07%. Pada kasus meninggal sebanyak 31.001 kasus atau 2,8% dibandingkan rata-rata dunia 2,17%.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengajak masyarakat melihat analisis data dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal itu disampaikan saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/2/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

"Penting untuk memahami data dengan analisis yang mendalam. Karena hasil analisis data yang tajam, dapat menjadi dasar pembuatan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran," jelasnya.

Hasil analisis data dari PPKM dalam 2 Minggu terakhir, pada kasus aktif masih menunjukkan tren yang fluktuatif, namun grafiknya terlihat melandai. Perbandingannya, pada 2 minggu pertama Januari 2021 atau sebelum PPKM, terdapat selisih sebesar 1,76%. Sedangkan pada 2 minggu periode PPKM, selisih kasus aktif sebesar 0,45%.

Lalu, melihat perkembangan tren keterisian tempat tidur ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional, maka terjadi penurunan persentase keterisian yang cukup drastis sejak awal pelaksaanaan PPKM hingga 31 Januari 2021. Selisihnya, pada 2 minggu pertama Januari, sebesar 0,72%. Sedangkan setelah PPKM, penurunannya jauh lebih besar menjadi 8,1%. "Bahkan angka ini hampir 12 kali lipat dari selisih sebelumnya," imbuh Wiku.

Baca Juga: Bertemu 5 Gubernur, Jokowi Kembali Sampaikan Pembatasan Mikro

Pada perkembangan tren keterisian tempat tidur di ruang ICU, terdapat perbedaan dari 2 indikator sebelumnya. Keterisian tempat tidur di ruang ICU, memperlihatkan tren yang cukup stagnan, pada 2 minggu pertama Januari, dan sempat meningkat tajam pada minggu pertama PPKM atau Minggu ketiga Januari. Dan terus turun perlahan pada minggu kedua.

Meski demikian terdapat peningkatan tajam pada hari kesembilan pelaksanaan PPKM, yaitu mencapai 69,19%. Namun angkanya kembali menurun menjadi 6,23% hingga berada di angka 62,96% pada akhir minggu kedua PPKM atau akhir bulan Januari. "Data menunjukkan bahwa, intervensi pemerintah dalam menambah tempat tidur di ruang isolasi dan ruang ICU rumah sakit rujukan, cukup berhasil dalam menurunkan angka keterisian tempat tidur," Wiku menekankan.

Namun, bukan berarti hal ini menjadi alasan untuk berpuas diri. Karena melihat perkembangan kasus aktif harian belum menurun dan hanya menunjukkan pelandaian. Kesimpulannya, dari analisis data PPKM, dampak yang dirasakan yaitu melandainya kasus aktif harian. Dan hal ini dinilai belum cukup menurunkan penularan di tengah-tengah masyarakat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya