“Kita pastikan para pendonor plasma biasanya kan memang orang-orang yang pernah tertular. Dan harusnya semasa sakit waktunya pendek, setelah sakit titer antibodinya harusnya cukup tinggi. Sehingga mereka bisa diambil dan mereka masuk di dalam volunteer atau pendonor untuk bisa terdata dengan baik dan langsung bisa diambil plasmanya,” papar Wiku.
Untuk itu, kata Wiku, ada alur prosesnya mulai dari pendapat pendaftaran sampai dengan pelaksanaan donor. “Dan dipastikan orang-orang ini semakin lama semakin banyak dan distribusi antara kerja sama dengan PMI nya juga ke tempat akan diaplikasikan nya juga bisa lebih cepat. Demikian kurang lebih harapan kami dari Satgas,” katanya.
(Qur'anul Hidayat)