"Semua sepakat, Gus Dur adalah guru bagi bangsa ini. Namun Gus Dur bukan sekedar guru yang hanya selalu berdiri di depan murid-muridnya. Gus Dur adalah sebuah pergerakan,"ujarnya.
Meski kondisi fisiknya terus menurun, pembelaannya terhadap kelompok minoritas dan yang tersudutkan tidak pernah surut. Gus Dur membuka pintu lebar-lebar bagi penganut keimanan dan kepercayaan lain. Mempersilakan setiap kaum untuk mengekspresikan adab dan budayanya.
Baca Juga : Cerita Kiai Nur Tentang 3 Filter Spiritual Gus Dur
"Memberikan tangan bagi mereka yang terpojokkan. Menyambung silaturahmi dan berteman dengan begitu banyak orang, golongan, profesi dari berbagai macam lapisan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)