Menko PMK Kaget Jumlah Tracer Covid-19 Tak Sampai 5 Ribu

Fahreza Rizky, Jurnalis
Jum'at 12 Februari 2021 05:53 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto : Dok Sindo)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengaku kaget mendapat laporan jumlah tracer Covid-19 tidak sampai 5 ribu orang. Bahkan sebagian besarnya ada di DKI Jakarta.

“Saya kaget waktu dapat laporan jumlah tracer kita tidak sampai 5 ribu seluruh Indonesia dan hampir 1.600 lebih ada di DKI. Jadi sebetulnya memang selama ini kalau dilihat dari jumlah tracernya, kita belum melakukan upaya 3T yang serius,” ujar Muhadjir melalui siaran pers Kemenko PMK, Kamis (11/2/2021) malam.

Menurut Muhadjir testing, tracing dan treatment (3T) harus dilakukan sungguh-sungguh untuk menekan laju penularan Covid-19. Ia berharap melalui kebijakan Presiden yang lebih mengedepankan pendekatan mikroskopik, terutama 3T, upaya penanganan Covid-19 dapat tertangani semakin baik.

Namun, Muhadjir meyakinim tingkat penyebaran Covid-19 yang paling tinggi dan lebih banyak justru terjadi pada level komunitas termasuk dari lingkungan keluarga di rumah.

“Saya yakin betul kalau 3T bisa kita lakukan sungguh-sungguh dan optimal, kita akan bisa mengatasi Covid-19 ini. Di samping juga tenaga tracer terus kita tingkatkan dan kita kerahkan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Di kesempatan sama, Muhadjir berbicara tentang terapi plasma konvalesen sebagai upaya menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 yang disebut terbukti efektif.

Menurutnya banyak di antara pasien Covid-19 yang telah menerima donor plasma konvalesen sembuh bahkan mengalami perkembangan kesehatan yang cukup signifikan.

Melihat fakta tersebut, para pakar dan praktisi bidang kesehatan juga pemerintah terus mendorong pelaksanaan donor plasma konvalesen. Hal itu dimaksudkan agar semakin banyak orang yang sembuh hingga akhirnya mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia.

Muhadjir mengatakan bahwa sejak dicanangkan, donor plasma konvalesen mengalami peningkatan 4 (empat) kali lipat. Sementara berdasarkan laporan Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat Linda Lukitari, data PMI Pusat per-9 Februari 2020 mecatat jumlah pemenuhan kebutuhan plasma konvalesen sebanyak 15.738 kantong.

Baca Juga : 1 Juta Tenaga Kesehatan Telah Divaksinasi Covid-19

“Donasi plasma konvalesen secara nasional terus meningkat. Saya harap ini bisa menjadi faktor pengubah dan kita bisa menggerakkan semangat donor plasma konvalesen ini agar dapat menjadi faktor pembeda dari proses upaya kita untuk menangani Covid-19, di samping tentu saja vaksin dan 3T,” kata Muhadjir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya