“Jadi dengan maksud jangan sampai ada kasus masuk ke Indonesia yang berbahaya nantinya menyebabkan pengendalian kasus di Indonesia semakin sulit. Dengan kita melakukan seperti itu akhirnya kita bisa mendapatkan kasus-kasus yang apa namanya menggunakan tes sebelum berangkat itu negatif, ternyata setelah sampai di sini dan kita persyaratan untuk dites PCR hasilnya positif,” ucap Wiku.
Wiku mengatakan jika pemerintah tidak melakukan skrining yang ketat, beberapa ratus orang yang masuk ke Indonesia membawa virus untuk keluarganya. “Seandainya kita tidak melakukan skrining seperti itu, ada beberapa ratus orang yang bisa masuk ke Indonesia dan kembali ke keluarga atau lingkungannya dan bisa menyebarkan.”
Baca Juga : 1.163 WNA-WNI Masuk Indonesia Positif Covid-19, Begini Penjelasan Satgas
“Maka dengan cara skrining pada saat datang di di swab PCR, kemudian karantina 5 hari, kemudian diswab lagi itu langsung bisa mengetatkan jangan sampai lolos,” tutur Wiku.
(Erha Aprili Ramadhoni)