JAKARTA - Angka keterwakilan perempuan Indonesia di parlemen saat ini hanya sekitar 20,5%. Bahkan, angka tersebut jauh di bawah angka keterwakilan perempuan di parlemen dari negara Filipina ataupun Timor Leste.
Melihat fakta ini, anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Netty Prasetiyani mengatakan, untuk mewujudkan keterwakilan 30% perempuan di parlemen harus membutuhkan support dari berbagai pihak salah satunya adalah partai politik.
“Pada hari ini kita butuh support system, baik dari lingkungan keluarga termasuk juga lingkungan organisasi, dalam hal ini dalam perempuan politik berarti partai politik. Tentu saja dalam scoup yang lebih luas dalam membangun ekosistem sisterhood, membangun semangat kebersamaan, semangat kolaborasi,” ungkap Netty dalam Audiensi Virtual Kaukus Perempuan Politik Indonesia National Meeting, Minggu (28/2/2021).
Baca Juga: Anggota Parlemen Kenya Diusir dari Ruangan karena Membawa Bayi
Netty memiliki sudut pandang bahwa ketika berbicara perempuan di dalam kancah perpolitikan atau parlemen, keterwakilannya adalah sebuah ruang, state atau panggung. Sehingga, keterwakilan perempuan di dalam kancah perpolitikan atau keterwakilannya dalam parlemen tidak boleh kosong.