“Kalau kecepatan penularan tinggi, kita kewalahan karena rumah sakit bisa penuh lagi. Jika rumah sakit penuh, kita tidak bisa optimal merawat pasien dan angka kematian naik lagi, akhirnya pelayanan kesehatan kolaps,” katanya.
Pandu pun menegaskan, agar tidak mengabaikan dan pandang remeh terhadap virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 untuk bermutasi.
“Jangan mengabaikan dan pandang remeh kemampuan SARS-Cov-2 untuk bermutasi. SARS-Cov-2 tergolong virus mudah bermutasi, baru terbukti masuk Indonesia. Mungkin sudah beredar lama, tapi surveilans genom kita masih belum andal untuk menemukan bukti varian virus baru. Waspada,” tegasnya.
(Awaludin)