Selain itu, AHY menjelaskan, Partai Demokrat memiliki perjuangan politik yang bersifat moderat, nasionalis dan relijius. Tidak mau terjebak pada ideologi ekstrem kiri atau yang disebut ultranasionalis, ekstrem kanan atau bahkan radikalisme. Karena, Indonesia super majemuk dam super plural. 270 juta manusia dengan keberagaman, tidak memungkinkan jika terjebak dalam sempitnya apalagi tereksploitasinya politik identitas.
"Berbahaya, dibuktikan bahwa polarisasi dan pembelahan seperti itu akan menghadirkan kehancuran di negeri kita. Pancasila kita pilih sebagai bangsa menjadi jalan tengah bagi keberagaman bangsa. Tapi Pancasila tidak harus dan tidak perlu dibentur-benturkan dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh rakyat Indonesia," ujarnya.
Karena sesungguhnya, AHY mengatakan nilai-nilai agama juga termaktub dalam nilai-nilai Pancasila, maupun sebaliknya, semuanya kompatible dan bisa dijelaskan. Dan tentu membutuhkan keyakinan kita untuk bisa menjaga nilai-nilai tersebut.
"Tentu dengan ini kami juga ingin menegaskan bahwa Partai Demokrat bersama dengan seluruh rakyat Indonesia dengan tidak memandang dari mana dia berasal, apapun suku, agama, ras, etnis, dan pandangan politiknya, semua adalah warga sesama anak bangsa yang harus kita bela, lindungi dan perjuangkan," kata AHY.
(Angkasa Yudhistira)