Dampak Mutasi Covid-19, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Sebut Alat Tes PCR Tidak Berfungsi

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 20 Maret 2021 11:47 WIB
Tjandra Yoga (Foto: Twitter)
Share :

Selain di Perancis, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu juga mengungkapkan hal yang sama terjadi di Finlandia. Di mana pemerintah Finlandia melaporkan mutasi Covid-19 bernama Fin-796H. Varian mutasi ini juga tidak bisa terdeteksi dengan menggunakan PCR.

“Pada pertengahan Februari 2021 Finlandia melaporkan mutasi varian 'Fin-796H' yang mereka temukan di “Helsinki-based Vita Laboratories”, yang virusnya tidak bisa terdeteksi dengan salah satu pemeriksaan PCR yang mereka biasa gunakan. Memang data dari Finlandia belum terlalu konklusif,” jelas Tjandra.

Tjandra menegaskan, saat ini pemerintah harus siap menghadapi tantangan baru seperti alat PCR yang tidak bisa mendeteksi mutasi Covid-19 ini.

“Tentu kita belum tahu bagaimana perkembangan mutasi 'le variant breton' ini selanjutnya, tetapi kalau memang nantinya keampuhan tes PCR jadi benar-benar terganggu maka tentu dunia akan menghadapi babak baru dan tantangan cukup berat untuk mendiagnosis Covid-19,” ujarnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya