Baca juga: Mengungkap Kisah Nestapa Putri Manohara di Relief Candi Borobudur
Dikatakannya, relief Karmawibhangga berisi ajaran Budhis tentang hukum karma dari sebuah perbuatan. Di samping itu juga mengisahkan kehidupan masyarakat kuno.
Baca juga: Borobudur Disiapkan Jadi Laboratorium Cagar Budaya Bertaraf International
Relief tersebut diketahui keberadaannya pada tahun 1885. Orang pertama yang mengetahuinya adalah Williem Ijzerman, arkeolog Belanda. Ketika ditemukan, semua relief tertutup bebatuan. Kemudian bebatuan tersebut dibongkar pada 1890-1891.
Setelah dibongkar ditemukan 160 panel relief Karmawibhangga. Kemudian didokumentasikan oleh Kassian Chephas, fotografer Indonesia. Selesai didokumentasikan relief itu ditutup kembali.