Menguak Misteri Relief Candi Borobudur yang Sengaja Ditutup

Doddy Handoko , Jurnalis
Jum'at 26 Maret 2021 06:10 WIB
Candi Borobudur (Foto: Nomadicpixel)
Share :

JAKARTA - Candi Borobudur memiliki pahatan 2.672 panel relief tentang perjalanan Sang Buddha. Pahatan relief yang diperkirakan mencapai panjang 6 kilometer itu berkaitan dengan sejarah di Indonesia.

Di candi Borobudur terdapat relief Karmawibhangga yang tersembunyi di kaki Candi. Hanya empat panel yang bisa dilihat. Lokasinya di sisi tenggara candi.

Keseluruhan relief tersebut berjumlah 160 panel, sebagian besar tertutup oleh bebatuan. Relief Karmawibhangga menarik dan misterius di Borobudur karena 156 panel tertutup oleh bebatuan yang jumlahnya 13.000 kubik.

"Pada intinya, relief yang tertutup struktur pada kaki candi adalah relief Karmawibhangga. Salah, bila relief tersebut dianggap menggambarkan hal yang asusila, kehidupan bebas, maupun aborsi. Akan tetapi relief itu berisi pelajaran moral tentang hukum sebab akibat dari perbuatan manusia dengan setting masa jawa kuno abad 8-10 Masehi," kata pejabat Balai Konservasi Borobudur Hari BK, Jumat (26/3/2021).

"Betul, sengaja ditutup karena terjadi kesalahan struktur bangunan candi," ujarnya.

Baca juga: Mengungkap Kisah Nestapa Putri Manohara di Relief Candi Borobudur

Dikatakannya, relief Karmawibhangga berisi ajaran Budhis tentang hukum karma dari sebuah perbuatan. Di samping itu juga mengisahkan kehidupan masyarakat kuno.

Baca juga: Borobudur Disiapkan Jadi Laboratorium Cagar Budaya Bertaraf International

Relief tersebut diketahui keberadaannya pada tahun 1885. Orang pertama yang mengetahuinya adalah Williem Ijzerman, arkeolog Belanda. Ketika ditemukan, semua relief tertutup bebatuan. Kemudian bebatuan tersebut dibongkar pada 1890-1891.

Setelah dibongkar ditemukan 160 panel relief Karmawibhangga. Kemudian didokumentasikan oleh Kassian Chephas, fotografer Indonesia. Selesai didokumentasikan relief itu ditutup kembali.

Pada masa pemerintahan Jepang, bebatuan yang menutupi relief Karmawibhangga juga sempat dibuka dan dibongkar. Tapi 4 panel relief di sisi tenggara tidak ditutup kembali untuk menunjukkan bahwa di kaki candi terdapat relief.

Relief Karmawibhangga, memunculkan pendapat di masyarakat. Disebut relief ini dianggap terlalu vulgar karena enampilkan beberapa perbuatan buruk manusia.

Kemudian karena faktor konstruksi bangunan bebatuan yang menutup relief berfungsi untuk menopang bangunan candi agar tetap kokoh.

"Memang ada dua hipotesa, yang pertama karena ksalahan struktur, yang kedua konsep keagamaan dan relief. Namun lebih kuat kepada kesalahan struktur, karena ada relief yang belum selesai, kemudian ditutup struktur balok batu selasar candi," tandasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya