KUPANG - Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat enam warga Kota Kupang meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam, akibat badai Siklon Tropis Seroja yang melanda daerah itu pada Minggu 4 April 2021.
"Ada enam orang yang meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda Kota Kupang. Kota Kupang merupakan salah satu daerah yang terparah akibat terjangan badai Seroja," kata Jubir Satgas, Marius Ardu Jelamu, Jumat (9/4/2021).
Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Seroja Bergerak Jauhi Indonesia
Ia mengatakan, selain enam orang meninggal dunia, bencana alam yang telah memporak porandakan ribuan unit rumah warga itu juga melukai delapan warga. Setidaknya ada 17.195 warga di ibu kota provinsi NTT itu yang terdampak bencana alam badai Seroja.
Sebanyak 629 warga Kota Kupang terpaksa memilih mengungsi ke beberapa lokasi yang berada di atas ketinggian seperti di Gereja Betlehem Oesapa, Gereja Betel Oesapa, Posko BPBD dan Kantor Wali Kota Kupang.
"Warga yang mengungsi ini karena saat kejadian terjadi gelombang pasang, sehingga memaksa warga yang bermukim di pesisir Pantai Oesapa mengungsi ke daerah ketinggian," kata Marius.
Baca juga: Siklon Tropis Seroja Terjang Alor NTT, 17 Orang Meninggal
Daerah yang terdampak badai Siklon Tropis Seroja meliputi enam kecamatan di daerah itu yaitu Kecamatan Maulafa, Alak, Kota Raja, Kelapa Lima, Kota Lama dan Oebobo.
Dalam peristiwa itu 3.358 unit rumah warga rusak akibat dihantam angin kencang siklon tropis Seroja.
(Qur'anul Hidayat)