Achmad Rifai: Umrohkan 1250 Orang, Bangun 47 Masjid, Korban 100 Sapi dan 1000 Kambing

Doddy Handoko , Jurnalis
Senin 12 April 2021 06:01 WIB
Pengacara Achmad Rifai bersama artis Tukul Arwana.(Foto:Ist)
Share :

JAKARTA - Umroh hampir mirip dengan ibadah haji, dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah dan di Masjidil Haram.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah.

Haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah, serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Baca Juga: Kisah Ratusan Prajurit Diponegoro Tewas di Benteng Pleret

Sebelum mampu melaksanakan ibadah haji, umat islam dapat melakukan ibadah umrah. Meski biayanya lebih murah dari haji, namun tetap terhitung mahal untuk orang dengan penghasilan minim.

Baca Juga: Jayabaya Bisa Disejajarkan dengan Archimedes atau Isaac newton

Melihat hal itu, pengacara Achmad Rifai asal Jombang membantu impian banyak orang agar bisa beribadah umroh. Ia beberapa tahun ini mempunyai program mengumrohkan umat islam.

"Insya Allah , jika dihitung dari awal tahun 2014 sudah sekitar 1250-an orang yang telah diumrohkan. Biayanya satu orang ada yang Rp25 juta dan Rp32 juta," kata Achmad Rifai di kantornya Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Selain mengumrohkan masyarakat, ia juga membangun mushola dan masjid. "Insya Allah telah membangun 47 masjid dan mushola sejak tahun 2012. Biaya per-masjid antara Rp600-Rp750 juta, tergantung ukuran besarnya. Kalau seperti masjid yang kita bangun di Kolaka Sulawesi Tengah dan di Jakarta, lebih dari Rp1 miliar," ungkapnya.

Ia juga membangun dua masjid di Tangerang. Selain itu, lagi membangun masjid di Tebuireng, Jombang dengan anggaran Rp7 sampai Rp9 miliar.

"Nggak usah dihitung -hitung, niat ibadah untuk Allah karena cinta dan rinduku pada Allah dan Rasulullah. Saya pingin suatu hari kembali pada Allah dengan ikhlas,ridho rindu dan cinta yang sangat pada Allah dan Rasulullah. Allah semoga meridhoi, memaafkan dan merahmatiku sampe aku bertemu dengan-Nya. Itu keinginanku," ucapnya.

Awal ide tercetus berangkat dari nadzar ketika ibunya masih hidup. Ia bernadzar untuk memberangkatkan haji dan umroh -kan masyarakat Jombang dengan target 1000 jama’ah. Nadzar lain yaitu merenovasi atau membangun masjid dan mushola sebanyak 1000 Unit.

"Saya ingin menabung untuk saya dan keluarga jika nanti dipanggil sang pencipta. Seberapa harta kita, apapun pekerjaan kita kalau tidak menoleh pada sesama tidak ada gunanya hidup ini,"ucapnya.

Ia juga dikenal dekat dengan orang kecil. Beberapa waktu lalu, menggelar Pengajian 1 Muharram bersama KH Anwar Zahid, Habib Anis bin Idrus Syahab, dan Tukul Arwana di halaman rumahnya, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Dalam pengajian itu, diajak tukang becak. Acara itu menghadirkan ribuan tukang becak di seluruh Kabupaten Jombang.

"Tujuan acara ini sebenarnya hanya menyenangkan saja untuk warga mojokrapak, sekaligus berbagi pada abang–abang becak se-Jombang, mengingat mereka mencari rejeki dengan mengayun becak untuk keluarganya. Penghasilan mereka tidak menentu dan ada kendala atau adanya peraturan misalnya ada batasan dalam melintas untuk bentor. Saya mencoba memberikan semangat dan membant meringankan mereka saja,“ ucapnya.

Saat hari Raya Idul Adha (Hari Raya Qurban) tahun 1441 Hijriyah atau 2020 Masehi, ia melaksanakan qurban, nenyembelih 100 ekor sapi dan 1000 ekor kambing, Hewan-hewan qurban ini dibagikan kepada pihak desa, pesantren, maupun mushola dan masjid dari sejumlah desa di Kabupaten Jombang dan luar Kabupaten Jombang. Korban itu merupakan niatan dirinya sejak lama.

“Saya ingin ibadah hewan qurban dengan 1000 kambing dan 100 sapi. Alhamdulillah saya bisa melakukannya," katanya.

Sedang dalam kegiatan agama yang lain, mengadakan Festival Qur’ani di GOR Merdeka, Jombang diikuti oleh 1.730 santri dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Para pemenang pada Festival Hafal Alqur’an memperoleh hadiah uang pembinaan dan mendapat kesempatan pergi umroh ke tanah suci.

“Para Juara mendapat kesempatan berangkat Umroh ke tanah suci, selain uang pembinaan dan trophy yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Ia juga mendirikan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Cinta Rosulullah di Tampingmojo, Jombang.

"Masyarakat jika punya putra ingin mondok dan mendalami ilmu agama dan hafalan Qur’an, bisa didaftarkan di Pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Cinta Rosulullah tidak dipungut biaya apapun," tandasnya.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya