Johnson & Johnson Tunda Peluncuran Vaksin Covid-19 di Eropa

Agregasi VOA, Jurnalis
Rabu 14 April 2021 22:35 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

Wakil Direktur Utama CDC Anne Schuchat mengatakan orang-orang yang menerima vaksin itu lebih dari dua pekan silam tidak perlu takut. Mereka yang menerima vaksin ini dalam sepekan ini yang mengalami gejala seperti sakit kepala parah, nyeri perut atau kaki, atau sesak napas, harus menghubungi penyedia layanan kesehatan mereka.

Mereka mencatat ada enam kasus yang terjadi di antara lebih dari 6,8 juta dosis vaksin yang telah diberikan.

Afrika Selatan mengikuti langkah itu pada hari Selasa (13/4) dengan menangguhkan pemberian vaksin COVID-19 buatan Johnson & Johnson.

Vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca dikembangkan dengan menggunakan apa yang disebut adenovirus untuk membawa DNA ke sel-sel tubuh manusia yang membangkitkan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal virus corona.

Kabar lebih baik mengenai vaksin COVID-19 muncul pada hari Selasa (13/4) dari Moderna. Perusahaan farmasi berbasis di AS ini menyatakan data dari uji klinis tahap akhirnya menunjukkan vaksinnya lebih dari 90 persen efektif dalam melawan infeksi virus corona, dan 95 persen efektif dalam melawan penyakit yang parah hingga enam bulan setelah dosis kedua diberikan. Moderna sekarang ini melakukan tes vaksinnya di kalangan orang-orang muda berusia antara 12 dan 17 tahun.

Suatu studi baru yang dilakukan penyedia layanan kesehatan berbasis di AS, Kaiser Permanente, mendapati bahwa kurangnya aktivitas fisik menimbulkan risiko lebih besar infeksi COVID-19 dan kematian.

Studi, yang diterbitkan Selasa (13/4) dalam British Journal of Sports Medicine, mencakup hampir 50 ribu orang di AS yang telah didiagnosis dengan virus corona. Para peneliti menyatakan mereka yang tidak aktif secara fisik selama sedikitnya dua tahun sebelum pandemi dua kali lebih besar kemungkinannya dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan mereka yang berolahraga secara teratur.

Para ilmuwan menyatakan faktor risiko terdahulu bagi infeksi COVID-19 yang parah mencakup usia lebih lanjut, laki-laki dan memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas atau penyakit kardiovaskular.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya