Taliban Klaim Kemenangan atas Penarikan Pasukan Amerika dari Afganistan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 16 April 2021 05:47 WIB
Taliban (Foto: BBC)
Share :

PERJALANAN ke wilayah Afghanistan yang dikuasai Taliban tidak lama. Setelah sekitar 30 menit dari kota Mazari Sharif di utara, melintasi kawah-kawah besar bekas bom di pinggir jalan, kami bertemu dengan tuan rumah: Haji Hikmat, wali kota bayangan Taliban di distrik Balkh.

Mengenakan wewangian dan turban hitam, dia adalah anggota veteran kelompok militan tersebut, bergabung pada tahun 1990-an ketika mereka menguasai mayoritas Afghanistan.

Taliban telah menyiapkan unjuk kekuatan untuk kami. Pria-pria bersenjata berat berbaris di kedua sisi jalan, salah satu dari mereka membawa pelontar granat berpeluncur roket, lainnya membawa senapan serbu M4 yang dirampas dari tentara AS. Balkh pernah menjadi salah satu daerah paling stabil di Afghanistan; sekarang, ia termasuk yang paling bergejolak.

Baca Juga: Taliban dan Afghanistan Akan Lanjutkan Pembicaraan Damai di Turki

Baryalai, seorang komandan militer lokal dengan reputasi bengis, menunjukkan jalan, "pasukan pemerintah ada di dekat pasar utama, tetapi mereka tidak bisa meninggalkan pangkalan mereka. Wilayah ini milik mujahidin".

Gambaran serupa ditemukan di sebagian besar Afghanistan: pemerintah mengontrol kota-kota, namun Taliban mengelilingi mereka, dengan kehadiran di sebagian besar pedesaan.

Kelompok militan itu menegaskan otoritas mereka melalui pos pengecekan yang terletak sporadis di jalan-jalan utama. Ketika anggota Taliban menghentikan dan menanyai mobil-mobil yang lewat, Aamir Sahib Ajmal, kepala dinas intelijen setempat, berkata kepada kami bahwa mereka sedang mencari orang-orang yang punya hubungan dengan pemerintah.

"Kami akan menangkap mereka, dan menawan mereka," ujarnya. "Kemudian kami menyerahkan mereka ke pengadilan kami dan mereka memutuskan apa yang terjadi selanjutnya."

Baca Juga:  Biden Rencanakan Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan pada 11 September

Taliban percaya kemenangan adalah milik mereka. Duduk ditemani secangkir teh hijau, Haji Hekmat menyatakan, "kami telah menang perang dan Amerika telah kalah". Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk menunda penarikan sisa tentara AS sampai September, yang berarti mereka akan tetap berada di negara itu setelah tenggat 1 Mei yang disepakati tahun lalu, telah memantik reaksi keras dari kepemimpinan politik Taliban. Meskipun demikian, momentum tampaknya ada di tangan para militan.

"Kami siap untuk apapun," kata Haji Hekmat. "Kami sepenuhnya siap untuk damai, dan kami sepenuhnya siap untuk jihad." Seorang komandan militer yang duduk di sampingnya menambahkan: "Jihad adalah ibadah. Ibadah adalah sesuatu yang, seberapa banyakpun Anda melakukannya, Anda tidak merasa lelah."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya