Sepenggal Cerita Mantan Komandan Kapal tentang KRI Nanggala 402

Mohamad Chusna, Jurnalis
Sabtu 24 April 2021 00:30 WIB
Letkol Ansori (kanan) (Foto: M Chusna)
Share :

DENPASAR - Penyebab hilangnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali utara hingga kini masih misterius. Mantan komandan kapal selam TNI AL itu menyebut kapal selam TNI AL itu telah melaksanakan prosedur saat menggelar misi latihan.

"Kalau masalah alat keselamatan, saya rasa sudah sesuai standar internasional seluruh keselamatan kapal selam pasang dunia," kata Letnal Kolonel Ansori, mantan komandan KRI Nanggala 402 dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali, Kamis 23 April 2021.

Baca Juga:  Di Mata Sahabat, Kolonel Harry Setyawan Sosok Anak Band dan Pribadi yang Cerdas

Dia lalu menceritakan prosedur yang ditempuh KRI Nanggala 402 saat menggelar operasi pelatihan, Rabu 21 April 2021 pagi.

Awalnya, kapal menyelam dengan sistem statik, yaitu menyelam tanpa menggunakan dorongan mesin kapal. Namun, untuk bisa menyelam secara statik, kapal terlebih dulu harus menyelam dengan proses dinamik atau menggunakan dorongan mesin kapal.

Hal itu sudah dilaksanakan oleh KRI Nanggala 402 pada saat melaksanakan lintas laut menuju daerah latihan untuk mencari keseimbangan dari kapal tersebut. Selanjutnya setelah mendapatkan keseimbangan, kapal baru diizinkan untuk melaksanakan selam statik dengan perhitungan yang ketat oleh diving officer.

"Selanjutnya bisa melaksanakan selam statik," ungkap Ansori.

Baca Juga:  Cari KRI Nanggala 402, KNKT Terjunkan Unit ROV dan Magnetometer

Dia memastikan, seluruh peralatan di KRI Nanggala 402 telah disesuaikan dengan jumlah personil yang ada di dalam kapal. "Berapapun. Kalau 53 ya seluruh peralatan sejumlah 53. Jadi kalau ada personel yang lain, maka personel yang on board di kapal selam otomatis akan dikurangi karena akan menyesuaikan dengan jumlah peralatan keselamatan yang tersedia di di dalam kapal selam," katanya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya