Kisah 7 Wali Betawi dan Makam Wali yang Berubah Jadi Bong Tionghoa

Doddy Handoko , Jurnalis
Jum'at 30 April 2021 06:51 WIB
Budayawan Betawi Ridwan Saidi.(Foto:Okezone/Doddy Handoko)
Share :

DI KAWASAN Tanjung Kait, Mauk, Tangerang , dekat Kelenteng terdapat bangunan makam berarsitektur tionghoa, dicat merah dan kuning menyala, lengkap dengan altar persembahan.

Sepintas orang akan menganggap hal itu wajar saja karena mengira itu adalah makam warga tionghoa. Namun ternyata menurut budayawan Betawi, Ridwan Saidi, makam itu adalah kuburan Ema Datuk, seorang ulama muslim. Kini kuburan itu telah berubah menjadi makam atau bong tionghoa.

Ridwan terkejut melihat perubahan drastis itu. Padahal dia memiliki foto makam Ema Datuk yang masih seperti kuburan islam pada umumnya, memakai cungkup dan nisan dari kayu. Di halaman luar masih terdapat atap bekas kuburan lama yang telah dibongkar.

Baca Juga: Kisah Jenderal Bambu Runcing Kiai Subchi, 10 Ribu Orang Tiap Hari Disepuh

Dulu ketika gunung Krakatau meletus, wilayah dekat kuburan itu satu-satunya yang bebas dari debu dan terjangan tsunami. Padahal di desa sekitar seperti desa Keramat, Kampung Melayu habis disapu air bah. Maka banyak orang menyelamatkan diri di makam itu.

Terkait ulama penyebar islam di Betawi, Ridwan menjelaskan bahwa masyarakat Betawi mengenal nama tujuh wali penyebar islam.

Baca Juga: Kisah Pertarungan Ayam Maulana Hasanudin dan Prabu Pucuk Umun

Dalam proses Islamisasi di betawi terdapat tujuh wali Betawi. Antara lain, Pangeran Darmakumala dan Kumpi Datuk yang dimakamkan berdekatan, di tepi kali Ciliwung, dekat Kelapa Dua, Jakarta Timur.

Lalu Habib Sawangan, yang dimakamkan di depan Pesantren Al-Hamidiyah, Depok. Pangeran Papak, dimakamkan di Jl Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur. Ema Datuk makamnya di Tanjung Kait, Mauk, Tangerang. Datuk Ibrahim makamnya di Condet. Wali Ki Aling, tidak diketahui makamnya.

Mereka hidup sebelum penyerbuan Fatahilah ke Sunda Kelapa. Tapi tidak terlalu banyak orang yang tahupada keberadaan makam-makam Wali penyebar islam itu.

Makam Datuk Ibrahim terletak di jalan Datuk Ibrahim, Condet, di dalam komplek mushola di gang kecil. Meski dipagar besi namun sekilas malah terlihat seperti taman bunga.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya