Kisah Perjuangan Keluarga Selamatkan Nyawa Sang Ayah Akibat Covid-19 yang Kian Mengganas di India

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 19 Mei 2021 11:40 WIB
Kisah perjuangan sebuah keluarga menyelamatkan sang ayah dari keganasan Covid-19 di India (Foto: BBC)
Share :

INDIA - Anoop Saxena, 59, adalah satu dari ratusan ribu orang India yang jatuh sakit akibat Covid-19 pada akhir April lalu.

Dan seperti kebanyakan orang yang mengidap Covid-19, pria asal kota Ghaziabad di India utara ini mengalami sakit parah sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Namun banyak rumah sakit di India kewalahan. Semua fasilitas kesehatan itu kekurangan tempat tidur serta oksigen pada awal Mei - walaupun para pejabat di Negara Bagian Uttar Pradesh, tempat Kota Ghaziabad berada, bersikukuh tak ada masalah.

Apa yang terjadi pada hari-hari berikutnya hanyalah salah satu contoh kefrustrasian sebuah keluarga dalam mendapatkan bantuan. Ada ribuan lainnya di seluruh India yang bernasib serupa.

Kami menapaktilasi perjuangan keluarga Saxena melalui pembahasan di bawah ini.

 (Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di India Telah Lampaui 25 Juta)


  • Kamis (29/4)
  • Tidak ada tes yang tersedia

Anoop mengalami demam tinggi pada 29 April dan dokter memintanya untuk menjalani tes Covid-19.

Keluarga tersebut berupaya mendaftar agar tes dilakukan di rumah, tapi pihak laboratorium menolaknya seraya mengatakan mereka tidak memiliki tenaga untuk menyediakan layanan tersebut.

Keluarga Anoop lantas membawanya ke rumah sakit umum. Antrean di sana panjang, dan putra Anoop, Tushar, berharap mereka dapat didahulukan. Namun semua orang di depan mereka juga sakit parah.

Dua jam kemudian, ketika Anoop pingsan dalam antrean, mereka memutuskan untuk membawanya pulang.

 (Baca juga: Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 Hantam Perdesaan di India)

  • Sabtu (1/5)
  • Pukul 10.00 pagi: Perjuangan agar bisa bernapas

Anoop terbangun pada Sabtu pagi dan memberi tahu keluarganya bahwa dia mengalami kesulitan bernapas.

Keluarganya mendapatkan nebuliser - alat untuk mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap yang dihirup pasien - untuk membantu pernapasannya.

Alat ini hanya membantu sebentar, namun kadar oksigennya terus menurun.

Saat itu pukul 10 pagi, dan dokter menyarankan agar Anoop dirawat di rumah sakit.

Keluarga itu mencoba mendatangkan ambulans tetapi tidak ada yang tersedia dan mereka tidak memiliki mobil.

Mereka lantas meminta seorang sepupu, yang tinggal di Distrik Hapur, membawa mobilnya ke Ghaziabad - perjalanannya sekitar 27km.

Sang sepupu tiba di rumah Anoop di Akash Nagar pada pukul 14.00, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa ranjang tersedia di rumah sakit.

Pada pukul 16.00, mereka memutuskan untuk membawanya ke Gurdwara (kuil Sikh) Sri Guru Singh Sabha. Di sana dia diberi oksigen dari sebuah silinder.

Keluarga itu berterima kasih kepada pengelola kuil lantaran memberikan layanan gratis bagi keluarga yang membutuhkan pertolongan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya