Makan Jengkol dan Durian Bikin Hasil Pemeriksaan GeNose C19 Tak Akurat

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Sabtu 22 Mei 2021 13:30 WIB
Foto: Illustrasi Sindo
Share :

JAKARTA - Ketua pengembang GeNose C19, Kuwat Triyana meminta kepada pengguna alat skrining ciptaannya itu tidak memakan jengkol, atau makanan berbau menyekat serupa lainnya. Sebab, bisa memicu kacaunya hasil pemeriksaan.

GeNose C19 bekerja dengan mendeteksi senyawa yang dihembuskan napas. Artinya, jika pasien memakan makanan berbau menyekat sebelum melakukan pemeriksaan, kemungkinan hasil yang dideteksi oleh GeNose C19 tidak akurat.

"Satu jam atau terpaksanya itu 30 menit sebelum dites itu jangan makan makanan yang aromanya itu keras. Seperti misalnya jengkol, pete, durian, kopi, ngerokok," jelas Kuwat.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Cikampek Resmi Gunakan GeNose C-19

GeNose C19 merupalan alat skrining Covid-19 yang berhasil diciptakan oleh tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Berbeda dengan alat rapid test lainnya, GeNose C19 menggunakan senyawa yang dihembuskan melalui napas pasien untuk mendeteksi infeksi virus.

Untuk menggunakan GeNose C19, pasien hanya perlu menghembuskan nafas atau meniup ke dalam plastik yang telah disediakan. Sampel nafas tersebut kemudian dimasukkan ke Sensing Unit yang terdiri dari beberapa puluh sensor udara.

Baca juga:  GeNose Sudah Diterapkan di 21 Bandara dan 44 Stasiun Kereta Api

Setelah itu, dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) yang telah disematkan ke dalam GeNose, secara otomatis akan mendeteksi partikel atau VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan secara spesifik oleh pengidap Covid-19.

"Alat ini mampu mengidentifikasi VOC seperti seekor anjing yang bisa membedakan bau dari orang berbeda," jelas Tim GeNose UGM, Dian K. Nurputra.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya