Pembangkangan Para Romo di Jerman, Berkati Kaum Homoseksual hingga Izinkan Pengkhotbah Wanita

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 25 Mei 2021 07:56 WIB
Pembangkangan Romo di Jerman (Foto: BBC)
Share :

  • 'Bagaimana mungkin Anda tak memberkati orang yang sedang berduka?'

Selama kurun waktu satu minggu, para pastor mengadakan misa di gereja-gereja Katolik di seluruh Jerman yang melayani pemberkatan bagi mereka yang menginginkannya, termasuk pasangan yang disebut Vatikan sebagai 'pendosa', seperti orang-orang yang bercerai atau pasangan sesama jenis.

Ketika saya bertanya kepada Romo Korditschke, bagaimana dia membenarkan pembangkangan terhadap aturan Vatikan, dia menjawab dengan berlinang air mata.

Menurutnya, ada seorang jemaat yang meletakkan sekuntum mawar di kursi sebelahnya. Bunga itu ditujukan bagi kekasihnya yang telah meninggal beberapa bulan lalu.

Jemaat tersebut, menurut Romo Korditschke, telah menuturkan duka yang dialaminya, dan dia meminta agar pasangannya yang telah meninggal diberkati. Pemberkatan ini membantu sang jemaat meringankan duka setelah kehilangan orang yang ia cintai.

  • Perempuan di atas mimbar

Organisasi akar rumput seperti Maria 2.0, juga meminta persamaan hak perempuan di Gereja.

Sehari setelah misa yang dipimpin Romo Korditschke di Berlin, kalangan perempuan berkhotbah di 12 gereja Katolik di Jerman - sesuatu yang sangat tidak disukai Vatikan.

"Gereja Katolik pernah menyampaikan bahwa Bumi itu datar, dan mengatakan kepada kita untuk meyakininya. Gereja harus mengubah posisinya. Atau Anda seharusnya yakin bahwa Adam dan Hawa adalah manusia sebenarnya," terang Ulrike Göken-Huismann, yang menyampaikan khotbah di gerejanya di Düsseldorf.

"Bukannya Gereja tak pernah mengubah ajarannya,” lanjutnya.

Kalangan pemuka gereja di Jerman terbagi: keuskupan liberal yang mendukung sejumlah reformasi, sedangkan pemimpin Gereja konservatif menyokong garis keras Vatikan.

Namun, jajak pendapat menunjukkan umat Katolik di Jerman cenderung lebih liberal.

Sebuah survei yang dilakukan oleh beberapa universitas di Berlin dan Münster menunjukkan 70% umat Katolik Jerman mendukung pemberkatan bagi pasangan sesama jenis; 80% tak mempersoalkan pasangan yang hidup di luar pernikahan; dan 85% meyakini para pastor semestinya bisa menikah.

Setelah pasangan sesama jenis mendapat pemberkatan di Berlin, sekitar 100 orang berkumpul di luar gereja, untuk minum anggur bersoda di bawah matahari sebagai bentuk perayaan.

Tapi di gerbang gereja, sekitar 10 pengunjuk rasa mengusung poster bertuliskan "Tuhan tak memberkati dosa".

Tak ada rasa permusuhan di antara dua kelompok. Kedua kelompok adalah bagian penting Gereja Katolik yang berbeda pendapat.

“Itu tidak apa-apa,” kata Romo Korditschke sambil tersenyum.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya