JAKARTA - Guntur Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ".
Dari beberapa kisah Guntur, Soekarno tergambar sebagai Bapak-Kawan-Guru, dan Soekarno sebagai manusia penuh gairah, malah kadang-kadang juga berakal nakal.
Suatu saat Bung Karno keasyikan mengorek kuku kakinya, hingga ujung jarinya terkelupas dan berdarah. Lukanya dianggap tak serius, dibiarkan saja tanpa pengobatan.
Beberapa hari kemudian, luka lecet itu terasa ”senut- senut” infeksi. Makin lama makin bengkak, akibatnyu Bung Karno sulit berjalan normal. Langkahnya harus berjingkat-jingkat.
Yang pasti pada saat itu tidak seorang pun berani tertawa. Termasuk Guntur.