JAKARTA – Kasus Covid-19 naik secara signifikan paska libur lebaran Idul Fitri tahun ini. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kenaikan itu mencapai 32,01 persen.
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan ini.
BACA JUGA: 17 Warga Griya Melati Bogor Sembuh dari Covid-19, Tersisa 74 Masih Positif
“Kalau kita lihat dalam satu pekan terakhir terjadi kenaikan yang cukup signifikan, ini terjadi memang ada eskalasi kenaikan kasus secara keseluruhan. Kemudian memang pada awal-awal lebaran itu testingnya berkurang karena sebagian petugasnya itu masih cuti ya, masih lebaran,” ungkap Hery dalam keterangannya, Minggu (30/5/2021).
“Tetapi memang secara kumulatif terjadi kenaikan dan ternyata itu terasa dengan terbentuknya klaster-klaster baru di sejumlah daerah yang mungkin ini sekarang jumlahnya sudah belasan yang sedang terus di antisipasi,” katanya.
Hery mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 mulai terasa dengan terbentuknya klaster-klaster baru di sejumlah daerah, temasuk klaster-klaster di pemukiman. Dia menjelaskan bahwa klaster-klaster pemukiman tersebut muncul karena para pemudik yang pulang dan melakukan silaturahmi.
“Jadi ini klaster pemukiman ya, dan ini adalah buah dari mereka yang pulang dari mudik kemudian tetap melakukan silaturahmi kemudian terjadi penularan kepada yang lain,” katanya.