PERSETERUAN keluarga Sinuhun Pakoebowono Xlll antar kakak dan adik kandung sudah berlangsung 16 Tahun tidak kunjung reda.
Adik-adiknya tidak pernah mau menghormati kakaknya sebagai kakak tertua yang diangkat sebagai Pakoebowono Xlll, penerus budaya Karaton Surakarta Hadiningrat yang diakui Pemerintah.
Demikian menurut KP Norman Hadinegoro, Utusan Khusus Presiden Jokowi untuk Keraton Surakarta yang juga Pemerhati Budaya Adiluhung, beberapa waktu lalu.
Konflik yang berlarut larut itu, merugikan pecinta Budaya Karaton Surakarta yang mempunyai nilai sejarah yang sekarang Karaton Surakarta bagian dari NKRI dan sebagai cagar Budaya .
"Pemerintah punya perhatian terhadap kelestarian tradisi Budaya tapi kalau kisruh atau ribut Pemerintahpun akan menyetop bantuan pembinaan karena bantuan Pemerintah itu harus dipertanggung jawabkan keuangannya karena memakai Dana APBN dan APBD," paparnya.
Baca Juga: Humor Gus Dur: Takut Kualat pada Gus Dur
Ia telah bertemu berbagai pihak yang terkait konflik Keraton Solo namun belum ada kesepakatan.
Dia menjelaskan, Pada tahun 2017 telah terjadi kesepahaman antara Pakoebowono Xlll dengan adik-adiknya se- Ibu dan anak-anak Pakoebowono Xlll.
Dalam kesepahaman tahun 2017 ada beberapa butir kesepahaman yang belum dilaksanakan dan dilanggar.
"Adik-adiknya kurang menghormati Sinuhun Pakoebowono Xlll beserta permaisuri,"ungkapnya