Resep Perdamaian Keraton Surakarta, Saling Memaafkan

Doddy Handoko , Jurnalis
Senin 31 Mei 2021 08:37 WIB
Kraton Surakarta.(Foto:Okezone/Doddy Handoko)
Share :

PERSETERUAN  keluarga Sinuhun Pakoebowono Xlll antar kakak dan adik kandung sudah berlangsung 16 Tahun tidak kunjung reda.

Adik-adiknya tidak pernah mau menghormati kakaknya sebagai kakak tertua yang diangkat sebagai Pakoebowono Xlll, penerus budaya Karaton Surakarta Hadiningrat yang diakui Pemerintah.

Demikian menurut KP Norman Hadinegoro, Utusan Khusus Presiden Jokowi untuk Keraton Surakarta yang juga Pemerhati Budaya Adiluhung, beberapa waktu lalu.

Konflik yang berlarut larut itu, merugikan pecinta Budaya Karaton Surakarta yang mempunyai nilai sejarah yang sekarang Karaton Surakarta bagian dari NKRI dan sebagai cagar Budaya .

"Pemerintah punya perhatian terhadap kelestarian tradisi Budaya tapi kalau kisruh atau ribut Pemerintahpun akan menyetop bantuan pembinaan karena bantuan Pemerintah itu harus dipertanggung jawabkan keuangannya karena memakai Dana APBN dan APBD," paparnya.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Takut Kualat pada Gus Dur

Ia telah bertemu berbagai pihak yang terkait konflik Keraton Solo namun belum ada kesepakatan.

Dia menjelaskan, Pada tahun 2017 telah terjadi kesepahaman antara Pakoebowono Xlll dengan adik-adiknya se- Ibu dan anak-anak Pakoebowono Xlll.

Dalam kesepahaman tahun 2017 ada beberapa butir kesepahaman yang belum dilaksanakan dan dilanggar.

"Adik-adiknya kurang menghormati Sinuhun Pakoebowono Xlll beserta permaisuri,"ungkapnya

Dari tahun 2017 Sinuhun Pakoebowono tidak memperkenankan beberapa adik adiknya dan anaknya masuk dalam karaton.

Dari sumber kisruh keluarga yang berlarut larut, pemerintah Presiden Jokowi berharap dapat diselesaikan melalui kesepakatan dan musyawarah keluarga. Pemerintah sangat berkepentingan melestarikan adat budaya yang adiluhung.

"Harapan kami adalah hukum adat Keraton ditegakkan disesuaikan dengan perkembangan jaman dan menghormati hukum formal dilaksanakan mengingat mengingat karaton surakarta bagian dari NKRI.

Semoga rukun keluarga segera terwujud mengingat usia putra -putri Pakoebowono XIII rata-rata diatas 60 tahun ke atas, bahkan adiknya ada yang sudah wafat,"tuturnya.

Diuraikannya bahwa perdamain terwujud jika datangnya dari Sinuhun Pakoebowono XIII. Adik -adiknya di luar Karaton juga intropeksi, menghormati terhadap kakaknya Sinuhun PB XIII .

"Adik kandung di luar karaton harus memandang bahwa budaya kearifan lokal harus sama sama ikut melestarikan dan saling memaafkan satu dengan yang lain ,"ucapnya.

Jika tidak menyadari hal ini akibatnya karaton Surakarta semakin terpuruk dan tertutup auranta, karaton suram dan tidak dapat dibanggakan lagi.

" Pecinta budaya adiluhung tidak dapat lagi melihat karaton Surakarta sebagai peradaban budaya Jawa yang selama ini menjadi sentral tradisi budaya adiluhung,"ucapnya

Apalagi sekarang memasuki generasi mileneal, sebagian besar keponakan PB XIII, berusia 25 tahun keatas.

"Semoga ada tanda tanda memberikan pengajaran adat karaton kepada generasi baru yaitu cucu -cucu Pakoebowono Xll , anak dan cucu Pakoebowo Xlll untuk meneruskan uri- uri budaya Karaton Surakarta . Semoga cucu -cucu Pakoebowo yang usianya rata-rata di atas 25 tahun tidak mewariskan perseteruan keluarga,"harapnya.

Ditandaskannya, "Perdamaian dapat terwujud apabila Pakoebowo XIII memaafkan adik -adiknya."

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya