Kasus Covid-19 Melonjak di Kudus, Ratusan Prajurit TNI Diterjunkan Bantu Terapkan Prokes

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 03 Juni 2021 08:51 WIB
Kasatgas Covid-19 Ganip Warsito (Foto: Dok BNPB)
Share :

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami lonjakan yang signifikan pascalibur lebaran. Sebanyak 450 prajurit TNI diterjunkan untuk membantu penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kudus.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito pun langsung bertolak ke Kabupaten Kudus. Dia menggeber langkah menuju ke zona merah itu untuk melihat secara langsung permasalahan di Kota Kretek tersebut.

Hal itu dilakukan sekaligus untuk memastikan apakah yang selama ini sampai ke telinganya melalui berbagai sumber termasuk pemberitaan media benar-benar terjadi di lapangan. Sehingga pihaknya dapat segera mengambil kebijakan yang tepat terkait penanganan Covid-19.

“Untuk melihat secara langsung apakah apa yang disampaikan dalam berita itu sesuai dengan nyatanya atau tidak,” kata Ganip dalam keterangan yang diterima, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Anak Sekolah

Di sisi lain, ia pun memahami bahwa kasus yang dihadapi adalah permasalahan bersama. Oleh karena itu, Ganip beserta jajaran berkomitmen untuk membantu dan mendorong pemerintah daerah untuk mengendalikan kasus Covid-19 melalui berbagai langkah-langkah yang tepat dan terpadu.

“Kita akan dorong semoga penanganan Covid-19 ini menjadi lebih baik dan kasus dapat dikendalikan,” kata Ganip.

Dalam hal ini, Ganip juga menyerahkan dukungan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp1 miliar kepada Pemkab Kudus dan beberapa bantuan lain meliputi tenda isolasi 2 buah, masker kain 20 ribu lembar, masker kain anak 10 ribu lembar dan handsanitizer sebanyak 20 jerigen dengan kapasitas 4 liter.

Baca juga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Mencapai 91,7%

Sementara itu, Ganip juga telah mendapatkan laporan terkait melonjaknya kasus aktif Covid-19 di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah dapat diprediksi sebelumnya bahwa ketika ada hari libur panjang, maka pasti kemudian diikuti dengan adanya peningkatan kasus Covid-19.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini mencatat setidaknya ada delapan Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan kasus secara signifikan meliputi Sragen, Tegal, Brebes, Banyumas, Cilacap, Karanganyar, Wonogiri dan Kudus.

“Ini terprediksi sebenarnya. Setiap kali ada libur panjang pasti ada kenaikan (kasus),” lapor Ganjar kepada Ganip.

Mengintip dari catatan tahun lalu, apa yang terjadi di Jawa Tengah persis seperti yang terjadi pada 2020 bahwa peningkatan kasus aktif pasca libur panjang nasional juga menyebabkan naiknya Bed Occupancy Rate (BOR) hingga mencapai 90 persen.

Kendati telah dilakukan konsultasi dan koordinasi secara rutin terkait adanya potensi kenaikan kasus dari liburan panjang, namun Ganjar mengakui bahwa hal itu tidak semua diantisipasi dengan baik oleh sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sehingga terjadi kenaikan kasus seperti yang terjadi di Kudus.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya