"Orang Zambia tidak boleh dikenakan pakaian dalam bekas yang telah dibuang di negara lain karena mereka layak mendapatkan pakaian yang layak," kata pernyataannya sebagaimana dilansir BBC.
BACA JUGA: 3 Warga China Dibunuh dan Dibakar di Pabrik Zambia, Diduga Terkait Diskriminasi
Dia meminta pihak berwenang untuk melindungi Zambia dan membantu produsen lokal membuat pakaian dalam murah.
Perdagangan pakaian bekas, yang secara lokal dikenal sebagai "salaula", adalah sumber mata pencaharian bagi banyak orang Zambia yang menganggur.
(Rahman Asmardika)