MELONJAKNYA kasus positif Covid-19 membuat sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi mandiri nyaris tidak lagi bisa menampung pasien. Salah satunya termasuk Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Berikut sejumlah fakta terkait membeludaknya pasien Covid-19 yang nyaris tidak tertampung di rumah sakit.
1. RSD Wisma Atlet Kamayoran
Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letkol Laut M Arifin menyatakan pihaknya menyetop sementara penerimaan pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran pada pagi hari, Selasa 15 Juni 2021.
Beruntung, pada sore di hari yang sama, Tower 8 sudah bisa digunakan dan bisa menampung 1.569 orang pasien tanpa gejala.
"Ini alternatif selain yang sudah disampaikan penambahan bed ketiga yang ada di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini alternatif kedua sesuai dengan arahan Kepala BNPB jadi tower 8 segera mungkin bisa difungsikan untuk nanti tempat isolasi yang pasien tanpa gejala atau asimtomatis," ucap Arifin.
2. RSUD RA Kartini
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak ke RSUD Kartini Kabupaten Jepara, Selasa (15/6/2021). Di tempat itu, Ganjar menemukan ada pasien yang terlantar di depan ruang IGD karena rumah sakit penuh.
Saat Ganjar datang, Direktur Rumah Sakit Bambang Dwipo mengatakan, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit itu sudah penuh. Bahkan, ada pasien Covid-19 yang belum bisa ditangani.
"Itu ada yang belum ditangani pak, masih di luar," kata Bambang.
Baca Juga : Pasien Covid-19 Telantar di Depan IGD, Ganjar "Semprot" Direktur RSUD Kartini
Ganjar pun langsung berjalan ke depan ruangan IGD. Benar saja, ada empat pasien yang dirawat di luar gedung. Keempatnya diduga terkonfirmasi Covid-19.
"Lho enggak bisa seperti ini Pak, ini bahaya. Bapak masih punya ruangan kosong tidak? Kalau tidak, langsung cari rujukan ke rumah sakit lain," tegas Ganjar.