Viral Antrean Pasien hingga Duduk Lesehan, Ini Tanggapan RSDC Wisma Atlet

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis
Selasa 15 Juni 2021 16:17 WIB
Koordinator Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Letkol TNI M Arifin. (Foto : MNC Portal Indonesia/Refi Sandi)
Share :

JAKARTA - Viral video menampilkan banyaknya pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Pasien tersebut diketahui tengah antre mendaftar untuk mendapatkan kamar isolasi.

Berdasarkan video 10 detik tersebut, warga terlihat bergantian mendaftar. Selain itu, tampak pasien membawa tas dan koper untuk menjalani masa isolasi.

Koordinator Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Letkol TNI M Arifin tak menampik video antrean tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi kemarin malam Senin (14/6/2021) pukul 21.00 WIB.

"Sekitar pukul 21.00-an, ramainya malam. Tower 4. Bukan OTG, OTG Tower 5. Mulai seminggu terakhir kan memang naik 300, 400, 500, 661 pernah, 500 kembali, pokoknya di atas 300-lah, sampai hari ini juga, semalam kan makanya ada video ramai memang faktanya seperti itu," ujar Arifin, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga : Tower 8 RSD Wisma Atlet Pademangan Siap Menampung 1.569 Pasien OTG

Arifin menyebutkan, antrean pasien itu mencapai ratusan orang. Sebab, pasien harus mendaftar sebelum mendapat kamar isolasi.

"Yang bergejala harus ditanya dicek, ditensi, kalau tanpa gejala cepat, yang bergejala kan harus dipastikan dia tidak ada keluhan sesak nafas. Proses mendapatkan kamar dan orang yang masuk itu banyak. Jadi antrelah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arifin menuturkan lonjakan pasien Covid-19 di Wisma Atlet didominasi dari warga Jakarta. Ia pun berharap bisa ada pengetatan di Ibu Kota untuk menekan kasus aktif tersebut.

Baca Juga : Cek Tower 8, Koordinator RSDC Wisma Atlet Sebut Kesiapan Sudah 75%

"Yang ngirim dari Puskesmas kita sendiri kok, yang di Cipayung aja masih akan dikirim nanti 30 dia akan kirim lagi. Padahal sudah berapa ratus dari awal klaster kunjung mengunjung lebaran masih berlangsung, bahkan sudah di kelurahan-kelurahan sebelahnya ikut tertular, Ciracas, Bambu Apus, kendalikannya harusnya mulai sekarang ya. Jalan harusnya sepi, jangan macet seperti ini berarti kan mobilisasi orang tidak dikendalikan," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya