JAKARTA - Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak dulu. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencarian. Hampir seluruh daerah di Nusantara memiliki batik yang khas.
Dalam perkembangannya, ada juga batik di beberapa daerah yang menghilang ditelan zaman. Satu di antaranya adalah batik di kota kecil Ambarawa, Jawa Tengah.
"Batik Ambarawa dulu ada. Polanya masih tersimpan di Troppen museum Leiden, Belanda dari tahun 1867. Tapi kami orang Ambarawa tidak pernah tahu," kata penggiat sejarah Ambarawa, Derry Aditya.
Ia menceritakan bahwa kebetulan temannya dari Kediri membuka dokumen perpustakaan Leiden dan menemukan pola batik Ambarawa.
"Saya dikabari, terus saya beritahu teman-teman di Ambarawa," ucapnya.
Baca juga: Kisah Perajin Batik Borobudur 'Ditinggal' Pembeli Imbas Covid-19
Diketahui, ternyata dulu Ambarawa termasuk pusat industri batik. Hal itu dibuktikan terdapat beberapa pabrik besar. Sejauh ini ada 83 motif yang tersimpan di Leiden.
"Sekarang sudah mulai kami produksi, meskipun belum semua motif,"ucapnya.
Baca juga: Top! Diplomasi Batik Ridwan Kamil Disukai Media dan Publik Korea Selatan
Dari berbagai motif itu yang khas Ambarawa adalah motif wayang. Sedang yang lain ada yang sama dengan batik pedalaman seperti Jogja dan Solo, batik pesisiran, batik Tionghoa. Kota Ambarawa lokasinya ada di poros tengah kota -kota tersebut.
Motif umum seperti daerah lain terdapat juga, misal ceplok, parang, tambal pamiluta dan lokcang.
"Tapi ada beberapa kekhasan dari batik Ambarawa seperti motif Tionghoa yang biasanya ada burung phoenix atau hong, namun di batik Ambarawa adalah motif burung endemik lokal," ungkapnya.