Kisah Prajurit VOC Digantung Gara-Gara Asmara

Doddy Handoko , Jurnalis
Jum'at 02 Juli 2021 06:50 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

Tempat ini cukup terkenal sebagai salah satu tempat berlangsungnya kegiatan prostitusi. Bahkan saat itu orang menyebut sakit sipilis dengan sebutan sakit mangga.

Dalam perkembangan selanjutnya, kompleks pelacuran Gang Mangga kemudian tersaingi oleh rumah-rumah bordil yang didirikan orang Cina yang disebut soehian. Kompleks pelacuran semacam ini kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh Jakarta.

Karena sering terjadi keributan, maka pada awal abad XX soehian-soehian di sekitar Gang Mangga kemudian ditutup oleh pemerintah Belanda. Pemicu ditutupnya soehian adalah peristiwa terbunuhnya pelacur Indo yang tinggal di Kwitang bernama Fientje de Ferick pada tahun 1919 di soehian Petamburan.

Baca Juga : Kisah Nyimas Utari, Mata-Mata Mataram yang Membunuh Gubernur Jenderal Belanda Jan Pieterszoon Coen 

Setelah soehian ditutup, sebagai gantinya muncul kompleks pelacuran serupa di Gang Hauber (Petojo) dan Kaligot (Sawah Besar). Sampai awal tahun 1970-an Gang Hauber masih dihuni oleh para pelacur, sedangkan Kaligot sudah tutup pada akhir 1950-an.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya