Kisah Pertempuran Pasukan Inggris Vs Prajurit Napoleon di Batavia

Doddy Handoko , Jurnalis
Rabu 07 Juli 2021 08:00 WIB
Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)
Share :

Pertempuran tidak seimbang terjadi, operasi amfibi Inggris di Tjilintjing pada 4 Agustus 1811 berlangsung mulus. Terjadi pertempuran di Ancol dan berlanjut di sekitar Jalan Pangeran Jayakarta pada 5 Agustus dan pertempuran di Weltevreden (sekitar Gambir-Pejambon) pada 9-10 Agustus.

Pasukan Inggris terus maju, Pasukan Napoleon mundur ke benteng Mester Cornelis untuk bertahan dan membombardir posisi Inggris yang terhenti hingga 26 Agustus 1811.

Malam tanggal 26, satu unit pasukan Inggris berhasil menerobos garis pertahanan Perancis di dekat Jalan Kayu Manis 10, lalu menyerbu perkubuan Perancis nomor dua, tiga, dan empat.

Setelah garis pertahanan jebol, beberapa perwira Perancis memilih menghancurkan poudriere (gudang amunisi) di dekat Kompleks TNI AD Urip Sumohardjo.

Ledakan dahsyat dan orang yang tewas membuat pasukan Inggris hanya menemukan kesunyian di sana. Itulah sebabnya tempat itu disebut Gang Solitude (kesunyian). Sisa pasukan lari ke Buitenzorg dan ke Semarang. Pertempuran terakhir terjadi di Ungaran.

Pertempuran itu antara 20.000 pasukan Inggris dan 12.000 serdadu gabungan Perancis, Belanda, dan Jawa. Namun, peristiwa itu terlupakan, baik di Indonesia maupun Eropa.

Saksi bisu pertempuran berdarah Pasukan Inggris-India melawan pasukan Napoleon yang berintikan serdadu Perancis-Belanda dan Jawa lokasinya di saluran air sedalam 3 meter dengan lebar 4 meter, membentang di belakang jalan Matraman di sepanjang jalan Palmeriam 2, Jakarta Pusat.

Saluran air di sisi barat jalan Palmeriam 2 yang mengular ke arah selatan di dekat Jalan Kemuning dekat Stasiun Jatinegara dan Jatinegara Timur 3, merupakan batas timur perbentengan Mester Cornelis yang menjadi pusat pertahanan pasukan Napoleon di Batavia.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya