"Di Kebon Jeruk dua (kafe) dan satu lagi cengkareng (kafe)," katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (30/6/2021).
Tamo mengatakan, pihaknya khawatir akan terjadi lonjakan kasus baru klaster nonbar bila dibiarkan begitu saja. Terlebih pula, saat ini aturan pembatasan jam malam masih berlaku.
"Itu (nobar) bisa menjadi klaster baru, apalagi pas perempat final atau final," ujarnya.
(Sazili Mustofa)