Kekebalan Komunal di Jakarta Dinilai Akan Sulit Tercapai karena Kota Terbuka

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 10 Juli 2021 17:37 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Hasil survei serologi di Ibu Kota menunjukkan tidak menutup kemungkinan pandemi Covid-19 berubah menjadi endemi. Untuk itu diperlukan strategi penanganan pandemi secara cepat dan signifikan untuk jangka pendek.

Pakar epidemiologi dari Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menjelaskan dengan kondisi seperti itu, diperlukan antisipasi jangka menengah dan panjang.

“Karena, seperti diketahui, vaksinasi memang dapat menekan risiko perawatan di rumah sakit dan risiko kematian walaupun tidak bisa sepenuhnya menghentikan penularan,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis Separuh Penduduk Jakarta Terdeteksi memiliki antibodi Covid-19, Hasil Survei Serelogi Kolaborasi Dinkes DKI Jakarta dan Lembaga Kesehatan, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga:  Disdik Kota Mataram Terapkan MPLS Daring di Pandemi Covid-19

Untuk itu, Pemerintah akan memperkuat 3T (Testing, Tracing, Treatment) agar dapat mengendalikan pandemi ini, selain terus melakukan percepatan vaksinasi untuk semua warga. Namun, masyarakat juga harus terbiasa untuk mampu menilai risiko dan menjaga pola hidup sehat dengan kebiasaan 5M agar siap berkegiatan secara produktif di tengah ancaman jangka panjang endemi Covid-19 dan tentu segera vaksinasi.

Baca juga: Psikiater UGM: Dukungan Sosial Sangat Diperlukan Pasien Covid-19

Dari hasil survei menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi Covid-19, terbanyak pada usia 30-49 tahun. Infeksi pada kelompok perempuan lebih tinggi (47,9%) dan kelompok yang belum kawin lebih rendah risiko terinfeksi (39,8%).

“Penduduk di wilayah padat penduduk lebih rentan terinfeksi Covid-19 (48,4%). Semakin meningkat indeks massa tubuh, semakin banyak juga yang terinfeksi, dalam hal ini kelebihan berat badan (52,9%) dan obesitas (51,6%). Orang dengan kadar gula darah tinggi juga lebih berisiko,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, prevalensi penduduk yang pernah terinfeksi adalah sebesar 44,5% dengan estimasi warga yang pernah terinfeksi adalah 4.717.000 dari total penduduk Jakarta sebanyak 10.600.000 orang. Dari jumlah estimasi warga yang pernah terinfeksi, hanya 8,1% yang terkonfirmasi. Sebagian besar yang pernah terinfeksi, tidak terdeteksi. Selain itu, sebagian besar yang pernah terinfeksi, baik terdeteksi maupun tidak terdeteksi, tidak pernah merasakan gejala.

“Kekebalan komunal di Jakarta akan lebih sulit tercapai karena Jakarta adalah kota terbuka dengan mobilitas intra dan antarwilayah yang tinggi. Konsekuensinya, semua penduduk yang beraktivitas di Jakarta, baik warga Jakarta maupun pendatang, harus memiliki kekebalan (telah tervaksinasi) yang dapat mengatasi semua varian virus,” tuturnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya