Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes : Tidak Usah Panik

Kiswondari, Jurnalis
Selasa 13 Juli 2021 20:49 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto : Ist)
Share :

JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bakal ada lonjakan kasus Covid-19 yang terlihat dalam data. Namun, dia meminta semua pihak tidak kaget. Itu karena sebelumnya, data testing banyak yang belum masuk. Karena itu, saat ini masuknya data itu menyebabkan adanya lonjakan jumlah kasus positif.

“Bapak-ibu mungkin lihat hari ini akan ada lonjakan testing, mungkin juga akan lonjakan kasus konfirmasi. Saya bisa jelaskan di sini, belum semua data itu masuk, saya terbuka bilang. Kalau saya melihat masih banyak data yang belum masuk, apakah angka kita sudah tepat seperti itu? Mungkin banyak yang belum masuk. Sekarang kita dorong supaya itu masuk,” kata Menkes dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7/2021).

Sehingga, Budi melanjutkan, mungkin semua akan melihat adanya lonjakan kasus. Namun, ia meminta jangan terlalu panik, karena kasus positif itu udah terjadi beberapa hari sebelumnya, tetapi datanya baru masuk. Menurutnya, ini lebih baik ketimbang menutup-nutupi kondisi yang ada.

“Mungkin bapak-ibu akan lihat lonjakannya, tidak usah panik, jangan terlalu panik, mungkin ini sudah kejadian cuma sebelumnya tidak masuk. Saya setuju dengan Ibu Penny, lebih baik kita lihat apa adanya saja. Toh, kita melihat apa adanya kita bisa merespost lebih baik, identifikasi orangnya yang mana, kita lacak, kemudian kita masukan,” ucapnya.

Baca Juga : Kondisi Extraordinary, Jaksa Agung Sebut Vaksin Berbayar Bukan Komersialisasi

“Daripada kita tutup-tutupi supaya kelihatan baik tapi nanti sebenarnya meledak, itu yang kejadian sekarang kan. Tiba-tiba tidak ada kasus konfirmasi, masuk rumah sakitnya banyak, loh orang sebelum masuk rumah sakit pastikan terkonfirmasi dulu,” imbuh mantan Wamen BUMN ini.

Oleh karena itu, menurut Budi, persoalan ini yang tengah dibereskan oleh pemerintah, kelemahan yang terjadi dalam sistem testing-tracing ini harus disempurnakan, karena kondisi ini juga terjadi di seluruh dunia. Karena, pelaporan hasil testing ini tidak selalu dilaporkan di hari itu juga atau realtime.

“Itu pelaporannya nggak selalu hari itu, ada yang kejadiannya hari itu, dites 2 hari, dilaporkannya 4 hari kemudian. Jadi kalau ada lonjakan-lonjakan pertanyaan, oh ini 40.000 padahal tesnya lebih kecil, bapak-ibu mohon maaf, memang tidak sempurna, itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu, mantan Dirut Bank Mandiri ini meminta agar media tidak menggunakan data kasus harian, karena data yang masuk hari ini merupakan data testing 3-5 hari yang lalu.

“Kalau kita lihat WHO standardnya itu 7 hari, jadi laporan itu rata-rata 7 hari, jadi hari ke-7 misalnya angka dilihat rata-rata 1-7. Hari ke-8 dilihat rata-rata hari 2 sampai 8. Hari ke-9 begitu, rolling sehingga dengan demikian adanya anomali dengan testing dan tracing bisa kita luruskan,” tutur Budi.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya