Mentan SYL menegaskan kepada jajarannya jika tak ada yang abadi di dunia ini. Begitu pula dengan jabatan, hanya singkat kita emban. Yang terpenting adalah legacy apa yang telah kita tinggalkan untuk anak cucu ke depan sebagai generasi penerus bangsa. Dalam situasi saat ini, hal yang terpenting yang harus dilakukan Kementan adalah menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. Tak boleh ada satu orang pun yang kelaparan.
“Hidup ini sangat singkat, jabatan apalagi. Jabatan ini ibadah. Jabatanmu adalah bagian dari pelayanan. Semua akan berlalu dengan cepat. Saya yakin semua akan bekerja dengan baik. Penyelesaian Covid-19 ini salah satunya dengan penyediaan pangan yang cukup. Legacy apa yang bisa kita tinggalkan ketika Covid-19. Jabatan kita dipertaruhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, sejauh ini ketersediaan stok pangan mencukupi. Bahkan, Agustus-Desember akan memulai kembali musim panen. Mentan SYL meminta kepada seluruh rakyat tak perlu khawatir ketersediaan pangan karena amat mencukupi. “Di akhir Desember kita masih punya cadangan 10 juta ton beras. Mari kita berdoa, semua rakyat tenang, kami tengah bekerja keras menyediakan pangan bagi seluruh rakyat,”ucapnya.
Direktur Jenderal PSP Kementan, Ali Jamil dalam laporannya memaparkan, acara ini diselenggarakan untuk mendoakan agar Indonesia bisa segera keluar dari musibah pandemi Covid-19. Doa ini juga sebagai penguat bagi Kementan, khususnya bagi jajaran Ditjen PSP yang terus bergerak dan tak pernah henti memajukan sektor pertanian agar semakin produktif.
“Mudah-mudahanan kita sehat-sehat dan kita berjuang untuk menghidupi rakyat agar bangsa ini menjadi lebih baik ke depannya,” tutur Ali Jamil. (CM)
(Yaomi Suhayatmi)