JAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Minggu 3 Mei 2026 kemarin dilaporkan menjadi yang terburuk di dunia berdasarkan informasi melalui laman IQAir. Merespons hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan menangani persoalan tersebut.
Salah satu cara untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota adalah dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dengan kehadiran PLTSa, menurutnya, bisa menghasilkan listrik hingga sekitar 120 megawatt.
"Salah satu yang utama adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, kalau nanti sudah selesai kurang lebih akan menghasilkan sampai dengan 120 megawatt," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyumbang polusi di Jakarta adalah perusahaan yang masih mengandalkan batu bara sebagai penopang industrinya. Oleh karena itu, bila proyek PLTSa telah rampung, ia akan meminta perusahaan tersebut mengurangi penggunaan energi berbasis batu bara.
"Kalau (PLTSa) sudah selesai, saya akan minta salah satu sumber utama dari polusi di Jakarta itu kan masih adanya industri yang menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara," ucap Pramono.