"Kami juga menggali 20+ rantai pasokan dalam jaringan manufaktur kami di seluruh dunia untuk mencari vaksin tambahan bagi Asia Tenggara, termasuk Thailand."
Namun, "kelangkaan pasokan global" vaksin Covid-19 dan kelangkaan bahan yang dibutuhkan untuk memproduksinya, membuat (kami) kesulitan memberikan jadwal yang spesifik, tambahnya.
Kontrak AstraZeneca diberikan tahun lalu kepada Siam Bioscience, perusahaan yang dimiliki Raja Maha Vajiralongkorn yang tak punya catatan memproduksi vaksin.
Perusahaan itu dijadwalkan memproduksi vaksin untuk sembilan negara termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand.
(Rahman Asmardika)