Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Bantai Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur

Solichan Arif, Jurnalis
Rabu 04 Agustus 2021 08:03 WIB
Untung Surapati (foto: ist)
Share :

Operasi militer langsung diarahkan ke Kabupaten Malang yang dianggap sebagai tempat berkumpulnya para pemberontak. Belanda membuat sayembara. Siapapun yang mampu menangkap Pangeran Singasari dan putranya hidup atau mati dihadiahi 1.000 dollar Spanyol.

Sedangkan kepala Bupati Malang Malayakusuma dan keluarganya dibandrol 500 dollar Spanyol. Perang meletus. Malayakusuma mengerahkan 800 pasukan kavaleri yang dipimpin Tirtanagara, saudara termudanya. Mereka menjaga perbatasan Malang dan Lumajang.

Dalam serangan gerilya di kawasan gunung Mandaraka, ratusan orang orang Madura dan Surabaya dari pihak Kompeni mati terbunuh. Catatan VOC 3215 menyebut Tirtanagara juga terluka. Pundaknya tertembak dan salah seorang anaknya tewas. Namun ia berhasil menyelamatkan diri dengan berkuda.

Belanda yang sempat mundur kembali memperkuat pasukan dengan meminta kiriman 600 prajurit Madura dari Panembahan Madura. Kekuatan semakin tidak seimbang di pihak keturunan Surapati. Paska pertempuran di gunung Mandaraka, Bupati Malang Malayakusuma beserta seluruh keluarganya meninggalkan Malang.

Saudaranya, yakni Bupati Lumajang Kartanagara meninggal dunia dan dimakamkan di sebuah tempat selatan Gunung Semeru. Pasukan Belanda dengan mudah menguasai Malang. Kota Malang nyaris dalam kondisi kosong saat pasukan Kompeni tiba. Sementara Malayakusuma bersembunyi di Wulu Laras.

Di tempat yang tidak jauh dari Malang itu ia berharap bisa bergabung dengan pasukan Pangeran Singasari dan Raden Mas, putranya. Kekuatan pasukan yang tidak seimbang membuat kekuatan kolaborasi keturunan Surapati dan Pangeran Singasari kocar kacir. Mereka lari dikejar kejar.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya