Dalam pengantar buku itu, Pram menjelaskan tentang apa itu Indonesia. Dia menulis, "Sampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnya gerakan kemerdekaan nasional non-koperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik. Sebelum itu, mendjelang tutup abad ke-19, istilah ini telah djuga digunakan sebagai istilah hukum oleh Ir H van Kol dalam perdebatan-perdebatan di dalam Parlemen Belanda."
Logan meninggal dalam usia relatif muda, 50 tahun, karena malaria. Andreas Harsono adalah seorang yang menulis sedikit riwayat Logan. Tulisan itu dia unggah di laman pribadinya, andreasharsono.net dengan judul "Sebuah Kuburan, Sebuah Nama". (din)
(Rani Hardjanti)