JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa dalam penentuan level PPKM setiap daerah dilakukan asesmen setiap minggu. Di mana level PPKM tergantung pada indikator laju penularan dan respon kesehatan setiap daerah.
“Jadi asesmen situasi mingguan yang digunakan saat ini untuk menentukan batasan kegiatan masyarakat di tiap kabupaten/kota secara nasional bergantung pada indikator laju penularan dan respon kesehatan per daerah,” katanya dikutip dari kanal Youtube BNPB, Jumat (6/8/2021).
Wiku menjelaskan untuk menentukan indikator laju penularan terdapat tiga aspek yang dipertimbangkan. Diantaranya jumlah kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit dan kematian.
Sementara untuk indikator respons kesehatan juga terdapat tiga aspek yang dieprtimbangkan yaitu besar positivity rate, kemampuan tracing, dan keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS).
“Selanjutnya kombinasi kedua nilai akhir tersebutlah yang menentukan level setiap kabupaten/kota,” ungkapnya.
Baca Juga : Ramai Baliho Puan, Politikus PDIP: Mereka Bangga, Mbak Puan Kan Cucu Bung Karno
Namun begitu ada kekhususan untuk penetapan level PPKM di wilayah aglomerasi di Pulau Jawa dan Bali. Dalam hal ini menyamakan semua level PPKM di wilayah aglomerasi.
“Dengan menyamaratakan level seluruh kabupaten/kota menjadi level 4 jika mayoritas kab/kota dalam satu aglomerasi berada dalam level 4. Hal ini menimbang tingkat mobilitas antar daerah aglomerasi yang tinggi,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)