JAKARTA - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz angkat suara terkait insiden tenaga medis yang menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong kepada warga di Pluit, Jakarta Utara.
Ia mengimbau warga agar memvideokan proses vaksinasi tersebut agar bisa menjadi barang bukti bila terjadi human eror seperti kasus di Pluit.
“Kalau perlu divideokan jadi siapa nakesnya, vaksinnya benar apa enggak disuntikkan, kan ada buktinya kalau ada video. Sehingga tidak terjadi penyimpangan kita cukup punya data untuk menuntut,” ujar Aziz, Rabu (11/8/2021).
Aziz juga mengingatkan agar seluruh vaksinator lebih teliti dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada warga. “Saya kira ini kontrolnya ada pada masyarakat yang melakukan vaksin, jadi saya imbau minta kejelasannya, kita perhatikan dulu vaksinnya seperti apa, diperlihatkan begitu kan, baru disuntikkan,” katanya.
Baca juga: Polisi Hentikan Kasus Suntik Vaksin Kosong
Ia menduga penyuntikkan vaksin Covid-19 kosong di Pluit merupakan ulah oknum-oknum yang tak ingin program vaksinasi berjalan sukses di Ibu Kota.
“Karena saya khawatir nakes ini tidak bekerja sendiri, mungkin ada semacam kelompok-kelompok yang memang ingin tidak sukses kan program vaksinasi ini, bisa jadi ada yang mencari keuntungan, atau mungkin dijual lagi atau seperti apa ya kita harus usut,” kata Aziz.
Baca juga: Ini Usulan Wamendag agar Masyarakat Mau Divaksin
Menurut dia, kasus penyuntikan vaksin kosong itu diusut tuntas sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
“Saya minta kepolisian mengusut tuntas hal ini dan juga jangan segan-segan untuk memberikan hukuman yang sesuai dengan apa yang sudah dilakukan,” ujar Aziz.
(Fakhrizal Fakhri )