DENMARK - Jerapah perlu tekanan darah yang sangat tinggi karena tubuhnya yang tinggi. Tapi mereka tidak terkena masalah kesehatan yang mengganggu penderita hipertensi. Bagaimana bisa?
Bagi kebanyakan orang, jerapah hanyalah hewan manis berleher panjang yang favorit dikunjungi di kebun binatang atau difoto saat safari.
Namun bagi seorang ahli fisiologi kardiovaskular, ada lebih banyak lagi yang bisa dipelajari dari para jerapah.
Jerapah ternyata telah memecahkan masalah yang membunuh jutaan orang setiap tahun: tekanan darah tinggi.
Solusinya, yang sejauh ini belum sepenuhnya dimengerti oleh para ilmuwan, terkait dengan organ bertekanan, irama jantung yang berubah, penyimpanan darah, dan tempat persediaan penyimpanan secara biologis.
Jerapah memiliki tekanan darah setinggi langit karena kepalanya yang sangat tinggi.
(Baca juga: Bocah 14 Tahun Ini Diterima Masuk Kuliah di AS)
Kepala jerapah dewasa bisa mencapai 6 meter dari permukaan tanah, jarak yang sangat jauh bagi jantung untuk memompa darah melawan gravitasi.
Untuk memiliki tekanan darah 110/70 di otak (yang normal untuk mamalia besar), jerapah membutuhkan tekanan darah di jantung sekitar 220/180.
Tekanan setinggi itu tidak bermasalah bagi jerapah, tetapi pada manusia, tekanan setinggi itu bisa memicu berbagai masalah. Mulai dari gagal jantung, gagal ginjal, hingga kaki bengkak.
Pada manusia, tekanan darah tinggi kronis menyebabkan penebalan otot jantung.
(Baca juga: Pesawat Kargo Tiba di Stasiun Antariksa Internasional, Bawa Beban 3.700 Kg)
Ventrikel kiri jantung menjadi lebih kaku dan kurang mampu mengisi lagi setelah setiap stroke, menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai gagal jantung diastolik, yang ditandai dengan kelelahan, sesak napas, dan berkurangnya kemampuan untuk berolahraga.
Jenis gagal jantung ini yang terjadi pada hampir setengah dari 6,2 juta kasus gagal jantung di AS saat ini.