Cerita Mbah Djugo, Tabib Sakti yang Jinakkan Wabah Kolera di Tanah Jawa

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 14 Agustus 2021 07:01 WIB
foto: istimewa
Share :

Terutama bagi kaum kromo atau rakyat jelata. Wabah kolera menimbulkan ketakutan sekaligus kesengsaraan. Kematian terjadi di mana mana. Sejarawan Susan Blackburn menyebut epidemi kolera pecah di Hindia Belanda mulai tahun 1820.

Hubungan dagang antara Jawa dengan India melalui selat Malaka, menjadi pemicunya. Serangan pertama muncul di sepanjang pesisir pantai utara Jawa. Dari Batavia, penyakit kolera menyebar ke Semarang hingga Surabaya. Orang Jawa menyebut pagebluk. Pagi mengeluh demam disertai muntah dan berak, sore sudah meninggal dunia. Begitu juga sore sakit, paginya meregang nyawa. Tercatat pada tahun 1910 sebanyak 60 ribu penduduk Jawa dan Madura tewas akibat kolera.

Di Desa Djugo, Kabupaten Blitar. Begitu mendengar Mbah Djugo mengatakan cukup membawa air, warga sontak berduyun-duyun mencari tempat air.

"Ada yang pakai cangkir, ada yang pakai kelowoh, ada yang pakai bumbung," kata Im Yang Tju seperti dituturkan dalam Riwayat Ejang Djugo Panembahan Gunung Kawi.

Air di dalam wadah yang beragam tersebut, diletakkan di depan Mbah Djugo. Laki-laki tua itu hanya diam. Semua wadah air itu hanya dipandangnya.

Sejurus kemudian. Warga dimintanya membawa air itu pulang. Air diminumkan kepada si sakit. Juga dioleskan pada tubuh yang dianggap sakit. Ajaib. Dalam waktu singkat semua berangsur-angsur sembuh, sehat seperti sedia kala. Kabar munculnya Mbah Djugo dengan cepat menyebar ke desa-desa lain. Ke arah Timur bergetok tular sampai wilayah Sumberpucung dan Kepanjen (Wilayah Kabupaten Malang).

Ke barat menyebar sampai wilayah Wlingi hingga Kota Blitar. Nama Mbah Djugo menjadi buah bibir. Diucapkan di mana-mana dengan penuh hormat. "Tidak lama wabah penyakit kolera yang meliputi seluruh daerah Blitar, Tulungagung, Kediri, Wlingi, Kepanjen, Malang dan desa-desa sepanjang pesisir laut selatan, telah terbasmi musnah. Rakyat telah negeri telah tentram kembali hidupnya," tulis Im Yang Tju. (din)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya