JAKARTA - Ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan relawan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat menggelar upacara peringatan proklamasi kemerdekan Republik Indonesia, Selasa (17/8/2021). Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Koordinator Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Stafanus Dony.
Dalam upacara hari ini, para Nakes dan relawan kompak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap berwarna merah dan putih. Upacara dimulai dengan mengheningkan cipta yang kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Para relawan dan pasien juga diberikan sepucuk bendera merah-putih yang digenggam selama upacara berlangsung. Dalam amanatnya, Dony menjelaskan bahwasanya pasien Covid-19 yang dirawat kini sudah jauh menurun ketimbang beberapa waktu ke belakang.
Menurunnya jumlah pasien tersebut dikarenakan adanya andil dari para Nakes dan masyarakat yang saling bahu membahu menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
"Memang saat ini pasien-pasien yang terpapar di Wisma Atlet jumlah pasien yang dirawat inap sudah mulai menurun. Yang tadinya 7.000, tentunya ini andil besar dari masyarakat itu sendiri. Dalam menerapkan prokes, adanya vaksinasi, adamya kebijakan-kebijakan pemerintah, sehingga upaya untuk menurunkan jumlah orang yang terpapar ini semakin turun," ujar Dony.
Dony menyebut, upaya Nakes dalam membantu para pasien melalui pandemi Covid-19 dapat dinilai sebagai upaya merawat kemerdekaan. Kesempatan itu, menurut dia, merupakan sebuah hal yang membanggakan.
"Keterlibatan kita baik para Nakes dan relawan yang terlibat langsung dalam menangani pasien secara langsung itu suatu kesempatan yang membanggakan bagi kita. Kita laksanakan dengan tulus ikhlas di dalam membantu penanganan Covid-19 ini," jelasnya.
Dia berharap ke depannya pandemi Covid-19 dapat lebih terkendali. Terkhusus, di RSDC Wisma Atlet, kini ha ya mengoperasikan tiga tower saja, yakni 5,6, dan 7, dimana Tower 3 sudah dikosongkan.
"Kalau kita empat tower tadinya keisi penuh sekaramg tinggal 3 tower terisi, harapan kita mudah-mudahan semakin bertahap hingga akhirnya bisa selesai pandemi Covid-19," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)