Embung Tingkatkan Produktivitas dan Indeks Pertanaman Petani Malaka NTT

Agustina Wulandari , Jurnalis
Jum'at 20 Agustus 2021 15:44 WIB
Foto: Dok.Kementerian Pertanian
Share :

MALAKA - Salah satu program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) yang direalisasikan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) adalah pengembangan embung pertanian. Kali ini, embung sebagai upaya menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian direalisasikan untuk Kelompok Tani Baikfeu di Desa Lotas, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberadaan embung sukses meningkatkan produktivitas petani di Desa Lotas, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menerangkan, embung merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan pertanian. Embung sebagai bangunan air irigasi suplementer pada musim kemarau sangat berperan menjaga irigasi pengairan pertanian, karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apapun.

"Ketika musim kemarau tiba petani tak perlu khawatir karena ada embung ini yang akan memasok air, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," ujarnya.

Baca Juga: Kementan Penuhi Kebutuhan Air untuk Peternakan di Sigi dengan Embung

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, keberadaan embung menjadi faktor penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Mengapa demikian, oleh karena embung mampu menyediakan sumber irigasi alternatif pada saat sumber irigasi utama tidak mampu memenuhi kebutuhan air tanaman.

Embung mampu memberikan pasokan air stabil di lahan sawah, lahan hortikultura juga perkebunan sehingga perkembangan budidaya tanaman petani berjalan dengan baik.

"Ada tiga aspek manfaat dari keberadaan embung ini yaitu produktivitas, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pertanian dan meningkatnya perolehan petani dari hasil pangan, terlebih saat pandemi Covid-19 saat ini," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya