Kisah Tentara 4 Kali Ditembak dan Hampir Mati, Bagaimana Dia Bisa Selamat?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 25 Agustus 2021 09:02 WIB
Tentara Afrika Jeff Overs (Foto: BBC)
Share :

AFRIKA - Setelah peluru menembus mulut hingga lehernya, Cesar Kimbirima terbaring di rerumputan yang tinggi, memikirkan keluarganya sambil menunggu ajal menjemput.

Dia telah ditembak sebelumnya, tentu saja. Bahkan tiga kali - kaki, kaki, dan lengan. Tapi kali ini adalah yang terburuk.

Langit mulai berputar, kesadarannya memudar menjadi hitam, dan ia memikirkan kematian.

Hidupnya akan berakhir di rerumputan, sementara darahnya mengalir ke tanah Angola yang kering.

Tapi, lebih dari 20 tahun kemudian, tentara yang sekarat itu sedang menuangkan bir di pub yang dia kelola di London selatan, Inggris.

Saat BBC datang, Cesar tengah mengobrol dengan tamu, dan tidak terlihat tanda-tanda kerasnya kehidupan Cesar Kimbirima sebelumnya.

Tidak ada petunjuk, kecuali jika Anda melihat dari dekat lehernya. Karena di sana, tepat di atas kerahnya, ada bekas luka: pengingat akan peluru, koma, dan pelarian.

 (Baca juga: Kepala Penjara Minta Maaf Usai 'Hacker' Bocorkan Video Pelecehan, Tahanan Dipukuli)

  • Diculik dan menjadi tentara

Cesar Kimbirima lahir di Angola, barat daya Afrika, dan satu dari 11 bersaudara.

Ibunya adalah seorang guru sekolah dasar; ayahnya adalah seorang perawat dan tukang listrik.

Keluarganya tinggal di Huambo, kota terbesar ketiga di negara itu. Terlepas dari perang saudara yang berlangsung lama, dia menikmati masa sekolah dan menjadi anak yang bahagia.

Namun pada 1990, ketika Cesar berusia 17 tahun, masa kecilnya berakhir.

"Tentara membawa saya ke jalan," katanya.

(Baca juga: Presiden Filipina Calonkan Diri Sebagai Wapres Tahun 2022)

"Jika kamu besar, tinggi, mereka menangkapmu dan memaksamu bergabung. Tanpa persetujuan ayahmu, tanpa apa pun,” lanjutnya.

Cesar tidak diizinkan untuk mengemasi tas dan tidak diizinkan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya - yang kemudian tidak dia temui selama tiga tahun. Dan itu bukan hal yang mengejutkan.

"Sebagai seorang anak saat itu, kami selalu mengatakan 'Jika mereka menangkap saya, ya sudah'. Karena kami tahu itu sedang terjadi. Jadi ketika Anda tertangkap, Anda tidak punya pilihan,” terangnya.

Bisakah dia lari? "Jika kamu mencoba, kamu mungkin akan terbunuh. Jadi sebaiknya kamu tetap di sana, duduk di lantai, dan menunggu truk,” ;anjutnya.

Tentara Angola tidak - atau tidak bisa - peduli pada tentaranya. Selama pelatihan wajib militer enam bulan, mereka hanya mendapatkan satu kali makan sehari.

Setelah pelatihan, ketika dikirim untuk misi, mereka mungkin mendapatkan dua bungkus biskuit, satu kaleng susu kental, dan sebuah wadah air.

Jatah itu harus bertahan selama 30 hari. "Kami belajar bagaimana bertahan hidup," kenang Cesar.

"Jika Anda mendapatkan kantong plastik, lalu gunakan untuk membungkus daun, dan menutup ujungnya, pohon itu akan berembun. Dan ketika mulai menetes, itu adalah air,” ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya